Latest Entries »

Duhai kanda tercinta, muntahkanlah untaian kata-kata pujamu
Agar bergairah rasa jiwaku yang nyaris layu
Aku adalah rembulan redup yang hendak pulang keperaduan
Sesaat sebelum mataku terpejam
Dan aku tersadar betapa malangnya kehidupanku

Wahai, rimbunnya taman surga ditaman duka
Angkatlah wajahmu dari jurang kenikmatan
Terbanglah…
Bebaskan dirimu dari penjara kejalangan
Niscaya kelamnya malam akan enggan untuk mengurungmu
Nyalakanlah bait-bait sembah sujudmu
Pada apa yang telah menjadi kewajiban di tiap sela hembusan nafasmu
Berlututlah, dengan kepasrahan bukan dengan birahi mu

Tapi, bukankah aku telah hilang ditelan ketabuan?
Engkau tahu bahwa kisah hidupku telah ditulis dengan tinta-tinta nafsu
Layaknya kisah hidup dari kitab-kitab picisan…
Apakah engkau hadapan mempermalukanku dihadapan Penciptaku?

Sesungguhnya…
Wahai indahnya kembang digurun nan tandus
Jiwamu bukanlah debu yang dapat menodai keagungan-Nya
Nafasmu bukanlah racun yang akan membunuh keesaan-Nya
Sadarkah…
Pekatmu bukanlah mendung yang dapat meredupkan sinar-Nya
Pernah engkau menyadari bahwa sesalmu adalah cahaya mata-Nya?
Dan, tangisanmu adalah semerbak senyum di bibir-Nya
Pulanglah…
Pulanglah, duhai dewi gerhana semerbak birahi
Nyalakan dian tuk menerangi gelap langkahmu
Yakinlah…
Ketulusanmu akan membawamu kembali kepada kasih
Melalui liku-liku jalan yang pernah menyesatkanmu

19.11.2004

۩ ۩ ۩

Share/Bookmark

Ya, Hanya Sepatah Kata…

Tidak perlu engkau terdiam
Katakan dengan bibir yang dulu mengecup ketidakberdayaanku
Sebelum malaikat datang tuk menjemputku
Sepatah kata…
Ya, hanya sepatah kata…
Desah, gelisah, gundah, duka, cinta atau bahagia…
Isyaratkan padaku
Aku memohon…
Jangan engkau biarkan aku berlalu
Pergi bersama kebisuanmu
Karena dalam diam engkau telah membakar jiwaku…
Tanpa kata, engkau melumatkan asa

21.02.2003

۩ ۩ ۩

Share/Bookmark

Sepenggal Pengakuan

Biarkanlah jiwa tetap mengalir
Bagai air…
Musnahkan segala kemunafikan diri
Agar jalan terbentang menuju keesaan
Dan terciptalah berlaksa-laksa puji
Tuk menikmati setiap hembusan nafas
Sebab aku adalah manusia

21.02.2003

۩ ۩ ۩

Share/Bookmark

Esok dan Aku…

Hari esok adalah tanda tanya
Dan tiada lelah akan selalu bertanya
Biarlah aku hilang dan terbuang
Tetap disebut sebagai bintang malam
Dari kumpulan binatang jalang
Karena telah terlalu biasa bagiku
Tuk bermain dengan kenistaan
Bersahabat dengan kekalahan abadi…
Aku dan esok, esok adalah aku
Dan akan tetaplah aku bersama esok hariku…

01.02.2003

۩ ۩ ۩

Share/Bookmark

Selembut Nirwana

Terlukiskan indahmu dengan berjuta nirwana
Alam hidup para dewata
Desir angin surgawi buaikan seluruh hasratku
Perlahan namun pasti membentuk bayangmu

Selembut kabut pagi hari
Semurni embun sejukkan nurani

Sesaat rona wajahmu terlukiskan pada langit nan biru
Kau memanjakan geloraku… cinta…
Rebahkan aku dalam lembutnya belaianmu
Izinkanlah…
Kesejukan mencumbu dengan lentiknya kharisma yang kau miliki
Sesaat aku menari diatas gurun kehidupanku
Lepas dan lepaskan sesaat beban hati
Sungguh engkau membius pusat imaji
Kesadaranku lumpuh dan mengharu biru
Kau bekukan semua hayal yang hendak terlintas
Oh… nirwana…

22.04.2011

۩ ۩ ۩

Share/Bookmark

Naluri Tanpa Kata

Tatap mataku
Sampai kepada sesosok tubuh
Lusuh dan terlihat lugu
Tiada kata
Hening…
Dan hatikupun mulai resah
Pada gubuk kumuh beratapkan langit
Tembikar menembus bumi
Disitu dia menyendiri
Ada suatu makna terpancar
Dari iba matanya
Tiada bahasa
Naluri tanpa kata
Kian memelas…
Dengan wajah sayu
Hangatnya menyapu kalbu
Ingin aku bertanya sesuatu
Apakah itu??
Entah akupun tidak tahu…
Ragu…

08.2002

۩ ۩ ۩

Share/Bookmark

This slideshow requires JavaScript.

۩ ۩ ۩

This slideshow requires JavaScript.

۩ ۩ ۩

LYRIC :

Lekuk indah hadirkan pesona
Kemuliaan bagi yang memandang
Setiamu simbol keanggunan khas perawan
Yang… kau miliki

Akulah pengagum ragamu
Tak ingin kumenyakitimu
Lindungi dari sengat dunia yang mengancam… nodai… sucinya lahirmu

Chorus:
Karena wanita ingin dimengerti
Lewat tutur lembut dan laku agung
Karena wanita ingin dimengerti
Manjakan dia… dengan kasih sayang

Ingin kuajak engkau menari
Bermandi hangat cahaya bulan
Sebagai tanda kebahagiaan
Bagi semesta cinta kita

Chorus:

Bintang terang itulah dirimu
Janganlah redup dan mati
Aku dibelakangmu memeluk dan menjagamu

۩ ۩ ۩

Bias Wajah

Saat kesadaranku kembali
Menelusuri masa yang terlewati
Ketika tetes air mata terjatuh
Aku tersungkur dan bersimpuh bersama ketiadaan
Menembus sisa bayang dalam ingatan

Desahan nafas
Terucap bersama kelelahan
Terasa hampa
Betapa kosong
Betapa nanar
Bias wajahmu mulai terlintas
Hilang bersama waktu
Kembalilah…
Masa lalu

03.04.2011

۩ ۩ ۩

Share/Bookmark

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.